Pusat Gadai BPKB Nasional. Powered by Blogger.

Contact Us

Layanan segala merek mobil








Mau tahu sepak terjang agent dana tunai "nakal'?

Pinjaman dana tunai dengan proses cepat, cair hanya dalam 1 jam, tanpa banyak syarat, hanya butuh BPKB mobil atau motor, pinjaman bisa sampai nominal yang besar, bunga rendah, tanpa biaya, cicilan ringan, dan bahkan ada yang menyebut bunga 0%. Semua itu merupakan bagian dari kalimat iklan tempat gadai BPKB.
Tetapi, bagaimana kenyataannya? Apakah benar semudah itu? Iklan seperti ini sangat banyak terdapat di internet dan bisa dengan mudah Anda temukan. Apakah benar dana tunai bisa langsung cair? Hati-hati. Sekarang banyak sekali kasus penipuan berkedok pemberian pinjaman. Bukannya untung yang didapat, BPKB Anda malah bisa hilang.
ojk2
Penipuan dengan modus gadai BPKB bisa beragam. Ada yang memberikan iming-iming kemudahan namun kemudian menerapkan syarat begitu banyak. Sayangnya, calon debitur terlanjur termakan rayuan agen dan tidak teliti membaca ketentuan perjanjian kredit. Setelah tanda tangan, barulah dia mengetahui banyaknya uang yang harus dikeluarkan untuk mengangsur kredit tersebut, dengan ancaman kendaraan akan diambil jika dalam tempo tertentu tidak bisa membayar cicilan sesuai ketentuan.  Secara tidak langsung, ini merupakan cara kreditur untuk memperoleh keuntungan sekaligus kendaraan dari jaminan pelanggan.
Untuk mencegah penipuan dengan modus gadai BPKB, Anda perlu waspada dan mengenali ciri-cirinya berikut ini.
Menjanjikan cair cepat bahkan dalam hitungan menit atau jam
Tidak ada lembaga pemberi pinjaman yang benar-benar bisa melayani pengajuan kredit dan mencairkannya dalam 1 hari saja. Bank ataupun lembaga multifinance harus memeriksa kelengkapan dokumen, melakukan survey terhadap barang jaminan, memproses pengajuan, dan mengecek catatan keuangan Anda.

Tidak rasional
Ada juga penipu yang mengaku bisa memberikan pinjaman dengan bunga 0%, cicilan ringan, dan tanpa biaya apapun. Bayangkan bagaimana mereka mendapatkan pendapatan kalau tidak ada pemasukan sama sekali. Bisa-bisa BPKB malah dibawa kabur, lalu tahu-tahu ada debt collector yang akan menyita kendaraan Anda.

Cara berbicara
Umumnya agen gadungan ini akan berbicara dalam tempo yang sangat cepat, sehingga mau tidak mau Anda harus menafsirkan sendiri apa maksudnya. Dia tidak memberikan kesempatan pada Anda untuk bertanya, berpikir, atau menyampaikan pendapat. Tahu-tahu, Anda harus menyerahkan BPKB dan menandatangi surat perjanjian yang bahkan tidak Anda pahami apa isinya.

Syarat mudah & tanpa survey, boleh pemohon tunggal tanpa penjamin
Tidak hanya Anda harus menyerahkan BPKB sebagai agunan, syarat kredit lainnya adalah Anda harus memiliki kemampuan untuk membayar angsuran tersebut. Ini karena lembaga multifinance yang baik tidak ingin terjadi kredit macet. Kalau ada yang menjanjikan syarat mudah tanpa memerlukan dokumen dan melakukan prosedur yang jelas, Anda wajib berhati-hati. Apalagi yang mengatakan “Kami tidak memungut biaya apapun sebelum kredit cair,” itu pasti lembaga keuangan, melainkan hanya perantara. Di manapun Anda mengajukan kredit, pasti harus membayar biaya administrasi di muka.
BPKB adalah surat berharga yang menjadi bukti pemilikan kendaraan. Kalau sampai hilang atau jatuh di tangan orang yang salah, Anda bisa terlibat masalah berat seperti kehilangan kendaraan dan bahkan tuduhan pencurian. Karena itu, hati-hatilah dalam memilih lembaga keuangan.
Hubungi agent Kami untuk mendapatkan pelayanan rasional dan tanpa tipu tipu
Pinjaman dana tunai dengan proses cepat, cair hanya dalam 1 jam, tanpa banyak syarat, hanya butuh BPKB mobil atau motor, pinjaman bisa sampai nominal yang besar, bunga rendah, tanpa biaya, cicilan ringan, dan bahkan ada yang menyebut bunga 0%. Semua itu merupakan bagian dari kalimat iklan tempat gadai BPKB.
Tetapi, bagaimana kenyataannya? Apakah benar semudah itu? Iklan seperti ini sangat banyak terdapat di internet dan bisa dengan mudah Anda temukan. Apakah benar dana tunai bisa langsung cair? Hati-hati. Sekarang banyak sekali kasus penipuan berkedok pemberian pinjaman. Bukannya untung yang didapat, BPKB Anda malah bisa hilang.
ojk2
Penipuan dengan modus gadai BPKB bisa beragam. Ada yang memberikan iming-iming kemudahan namun kemudian menerapkan syarat begitu banyak. Sayangnya, calon debitur terlanjur termakan rayuan agen dan tidak teliti membaca ketentuan perjanjian kredit. Setelah tanda tangan, barulah dia mengetahui banyaknya uang yang harus dikeluarkan untuk mengangsur kredit tersebut, dengan ancaman kendaraan akan diambil jika dalam tempo tertentu tidak bisa membayar cicilan sesuai ketentuan.  Secara tidak langsung, ini merupakan cara kreditur untuk memperoleh keuntungan sekaligus kendaraan dari jaminan pelanggan.
Untuk mencegah penipuan dengan modus gadai BPKB, Anda perlu waspada dan mengenali ciri-cirinya berikut ini.
Menjanjikan cair cepat bahkan dalam hitungan menit atau jam
Tidak ada lembaga pemberi pinjaman yang benar-benar bisa melayani pengajuan kredit dan mencairkannya dalam 1 hari saja. Bank ataupun lembaga multifinance harus memeriksa kelengkapan dokumen, melakukan survey terhadap barang jaminan, memproses pengajuan, dan mengecek catatan keuangan Anda.

Tidak rasional
Ada juga penipu yang mengaku bisa memberikan pinjaman dengan bunga 0%, cicilan ringan, dan tanpa biaya apapun. Bayangkan bagaimana mereka mendapatkan pendapatan kalau tidak ada pemasukan sama sekali. Bisa-bisa BPKB malah dibawa kabur, lalu tahu-tahu ada debt collector yang akan menyita kendaraan Anda.

Cara berbicara
Umumnya agen gadungan ini akan berbicara dalam tempo yang sangat cepat, sehingga mau tidak mau Anda harus menafsirkan sendiri apa maksudnya. Dia tidak memberikan kesempatan pada Anda untuk bertanya, berpikir, atau menyampaikan pendapat. Tahu-tahu, Anda harus menyerahkan BPKB dan menandatangi surat perjanjian yang bahkan tidak Anda pahami apa isinya.

Syarat mudah & tanpa survey, boleh pemohon tunggal tanpa penjamin
Tidak hanya Anda harus menyerahkan BPKB sebagai agunan, syarat kredit lainnya adalah Anda harus memiliki kemampuan untuk membayar angsuran tersebut. Ini karena lembaga multifinance yang baik tidak ingin terjadi kredit macet. Kalau ada yang menjanjikan syarat mudah tanpa memerlukan dokumen dan melakukan prosedur yang jelas, Anda wajib berhati-hati. Apalagi yang mengatakan “Kami tidak memungut biaya apapun sebelum kredit cair,” itu pasti lembaga keuangan, melainkan hanya perantara. Di manapun Anda mengajukan kredit, pasti harus membayar biaya administrasi di muka.
BPKB adalah surat berharga yang menjadi bukti pemilikan kendaraan. Kalau sampai hilang atau jatuh di tangan orang yang salah, Anda bisa terlibat masalah berat seperti kehilangan kendaraan dan bahkan tuduhan pencurian. Karena itu, hati-hatilah dalam memilih lembaga keuangan.
Hubungi agent Kami untuk mendapatkan pelayanan rasional dan tanpa tipu tipu

Beginilah tips aman selanjutnya untuk gadai BPKB

Sebagian masyarakat Indonesia masih ragu untuk menggadaikan bpkb mobil/ sepeda motornya di leasing. Alasan klasik adalah keamanan jaminan. Padahal, secara legalitas, keberadaan perusahaan pembiayaan resmi di Indonesia tidak perlu diragukan. Lalu apa yang membuat mereka enggan dan masib kuatir? Ternyata terkait dengan penipuan yang dilakukan oleh oknum leasing. Nah, untuk amannya, berikut tips terbaik bagi anda yang ingin menggunakan jasa gadai bpkb motor saat terdesak kebutuhan dana tunai.
Adapun cara terbaik agar transaksi penyerahan agunan anda aman saat digadaikan adalah sebagai berikut:
  1. Kenali leasing pegadaian yang akan anda hubungi. Minta referensi pihak lain jika ada yang mengenal perusahaan tersebut.
  2. Manfaatkan google map. Perusahaan yang terverifikasi dalam cantuman bisnis google itu karena telah melewati proses verifikasi alamat via pos. Artinya, kartu pin google saja bisa diterima baik karena alamat dan bisnis tersebut memang ada.
  3. Carilah leasing pegadaian sepeda motor yang melakukan survey. Jika ada yang menawari Anda tanpa survey, jangan anggap itu merupakan kemudahan. Anda seharusnya berfikir bahwa resiko kredit macet akan tinggi jika perusahaan tersebut gegabah tanpa melakukan kegiatan survey.
  4. Tidak menyerahkan data asli identitas kepada siapapun termasuk kepada surveyor. Memang, mereka diwajibkan melihat dokumen asli, tetapi tidak untuk dibawa. Cukup membawa fotocopy saja sebagai persyaratan pegadaian.
  5. Tidak menyerahkan jaminan bpkb motor sebelum diputuskan bahwa pinjaman anda disetujui. Penyerahan jaminan ini dilakukan di kantor pihak leasing dengan bukti serah terima yang jelas. Kejadian penipuan oleh oknum sering terjadi pada tahap ini. Yaitu meminta jaminan asli untuk dibawa saat survey dengan alasan supaya cepat prosesnya.
  6. Sebaiknya mintalah agar pencairan uang dilakukan via transfer bukan cash. Selain terhindar dari uang palsu, resiko keamanan saat membawa uang tunai, besarnya pencairan juga sesuai dengan yang disetujui. Jika anda menerima uang cash dari staff leasing, seharusnya waspada. Cobalah cross cek via telepon ke kantornya untuk mengetahui berapa besaran nominal yang disetujui dan bandingkan dengan yang anda terima.
Dari serangkaian tips di atas, sebaiknya anda lakukan semuanya, bukan sebagian. Hal ini akan meminimalisir terjadinya penipuan dan tentu saja keamanan jaminan bpkb motor anda lebih terjamin.
Admin
Sebagian masyarakat Indonesia masih ragu untuk menggadaikan bpkb mobil/ sepeda motornya di leasing. Alasan klasik adalah keamanan jaminan. Padahal, secara legalitas, keberadaan perusahaan pembiayaan resmi di Indonesia tidak perlu diragukan. Lalu apa yang membuat mereka enggan dan masib kuatir? Ternyata terkait dengan penipuan yang dilakukan oleh oknum leasing. Nah, untuk amannya, berikut tips terbaik bagi anda yang ingin menggunakan jasa gadai bpkb motor saat terdesak kebutuhan dana tunai.
Adapun cara terbaik agar transaksi penyerahan agunan anda aman saat digadaikan adalah sebagai berikut:
  1. Kenali leasing pegadaian yang akan anda hubungi. Minta referensi pihak lain jika ada yang mengenal perusahaan tersebut.
  2. Manfaatkan google map. Perusahaan yang terverifikasi dalam cantuman bisnis google itu karena telah melewati proses verifikasi alamat via pos. Artinya, kartu pin google saja bisa diterima baik karena alamat dan bisnis tersebut memang ada.
  3. Carilah leasing pegadaian sepeda motor yang melakukan survey. Jika ada yang menawari Anda tanpa survey, jangan anggap itu merupakan kemudahan. Anda seharusnya berfikir bahwa resiko kredit macet akan tinggi jika perusahaan tersebut gegabah tanpa melakukan kegiatan survey.
  4. Tidak menyerahkan data asli identitas kepada siapapun termasuk kepada surveyor. Memang, mereka diwajibkan melihat dokumen asli, tetapi tidak untuk dibawa. Cukup membawa fotocopy saja sebagai persyaratan pegadaian.
  5. Tidak menyerahkan jaminan bpkb motor sebelum diputuskan bahwa pinjaman anda disetujui. Penyerahan jaminan ini dilakukan di kantor pihak leasing dengan bukti serah terima yang jelas. Kejadian penipuan oleh oknum sering terjadi pada tahap ini. Yaitu meminta jaminan asli untuk dibawa saat survey dengan alasan supaya cepat prosesnya.
  6. Sebaiknya mintalah agar pencairan uang dilakukan via transfer bukan cash. Selain terhindar dari uang palsu, resiko keamanan saat membawa uang tunai, besarnya pencairan juga sesuai dengan yang disetujui. Jika anda menerima uang cash dari staff leasing, seharusnya waspada. Cobalah cross cek via telepon ke kantornya untuk mengetahui berapa besaran nominal yang disetujui dan bandingkan dengan yang anda terima.
Dari serangkaian tips di atas, sebaiknya anda lakukan semuanya, bukan sebagian. Hal ini akan meminimalisir terjadinya penipuan dan tentu saja keamanan jaminan bpkb motor anda lebih terjamin.
Admin

Menyikapi hutang (dana tunai) secara bijak? Inilah caranya..

“Selamat pagi Pak Fulan, Saya ucapkan selamat ternyata nama Bapak masuk dalam daftar prioritas perusahaan Kami untuk mendapatkan Fasilitas pembiayaan / dana tunai dengan proses 2 hari cair.” Tawaran yang menarik bukan? Saya yakin Kita sering mendapatkan tawaran seperti ini. Tahukah anda bahwa dibalik pernyataan yang menggiurkan itu ada  makna yang disebut “UTANG”?
RAJADANA TUNAI
Utang berarti mengurangi daya beli kita dimasa yang akan datang. Kalau pengurangan daya beli tersebut bertambah, alhasil kita akan berkurang daya beli di kemudian hari. Hal tersebut sering disebut terjerat utang. Kita mendapatkan penghasilan hanya untuk menutupi utang-utang kita. Lantas bagaimana nasib beban finansial lainnya? Seperti kebutuhan pokok, uang sekolah anak, transport, listrik, telpon dan lain-lain?, mencari utang baru?, makin terpuruk dong.
Di sisi lain utang juga sebagai penolong, sering kita dihadapkan pada situasi, butuh dana tunai/dana segar segera sedangkan penghasilan kita saat itu tidak mencukupi. Tentu salah satu solusinya adalah berutang. Lantas bagaimana kita mengelolanya agar kita terhindar dari cengkraman utang. Dua pertanyaan berikut akan mengarahkan anda agar terhindar dari cengkraman utang. Apakah penghasilan saya mampu membayar pinjaman / kredit sesuai yang diperjanjikan dimasa yang akan datang?
Jebakan utang bermula pada saat kita tidak waspada akan kemampuan kita sendiri. Karena kemudahan akan meminjam atau mengambil kredit, membuat kita lupa akan kewajiban kita dikemudian hari untuk membayar cicilannya. Besar pasak daripada tiang merupakan ancaman serius kalau kita kurang waspada. Selalu sempatkan mengevaluasi dahulu kemampuan kita sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman atau kredit. Saya sarankan seluruh jumlah cicilan yang harus dibayar di bulan-bulan berikutnya tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan bulanan ( DBR ).
Apakah pinjaman / kredit didasarkan pada kebutuhan saya atau hanya keinginan saya? Sangat tipis memang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kita harus bisa mendefinisikan, untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya. Jadi kata kuncinya adalah pada fungsi. Sebagai contoh hutang untuk pengembangan usaha.
Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua. Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.
Nah, serupa halnya dalam mengambil keputusan pengambilan pinjaman atau kredit. Karena kita akan mengorbankan daya beli kita dimasa yang akan datang, sebaiknya tekankan pinjaman atau kredit pada fungsi utamanya, sesuai kebutuhan kita. Bersabar dahulu atas keinginan kita untuk mendapatkan fungsi tambahannya.
Sebagai contoh, memiliki rumah sendiri adalah kebutuhan setiap orang. Selain manfaat untuk bernaung dan berlindung, memiliki rumah sendiri juga memberikan keuntungan pertambahan nilainya. Harga tanah biasanya tidak pernah menurun. Satu diantara cara untuk memiliki tempat tinggal adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah memelalui Bank. Tinjau dulu kemampuan penghasilan kita untuk membayar cicilannya dan jangan lupa mempelajari persyaratan yang dikenakan oleh Bank tersebut. Sebagai nasabah kita memiliki kekuatan untuk tawar menawar dalam hal kondisi utang piutang, cara pembayaran dan penentuan suku bunga kreditnya. Dan jangan lupa untuk menekan keinginan yang berlebihan. Kalau masih tinggal sendiri, kita tidak membutuhkan 5 kamar tidur, bukan?
Kita tidak perlu takut untuk berutang selama kita waspada pada kemampuan dan kebutuhan atas manfaat dari utang tersebut. Akan menjadi mencelakakan bila kita lengah. Nah bagaimana halnya apabila anda terlanjur memiliki utang, dan ingin mengetahui apakah anda sudah masuk pada cengkraman utang atau belum?
Cocokkan perilaku anda terhadap kredit atau pinjaman dengan pernyataan-pernyataan berikut :
  1. Selalu atau sering terlambat membayar tagihan anda.
  2. Selalu atau sering kali melakukan pembayaran kartu kredit pada batas minimum.
  3. Menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang mewah
  4. Mencari pinjaman baru untuk menutupi utang lama.
  5. Menarik nilai tunai dari polis asuransi anda
  6. Tidak memiliki saldo yang berarti dalam tabungan anda
  7. Meminjam uang dari teman anda
  8. Anda sangat berharap dan mengandalkan kenaikan gaji atau bonus dan lembur untuk membiayai kebutuhan bulanan anda
  9. Mengambil kredit untuk kendaraan dan peralatan rumah tangga pada Bank atau Institusi Finansial lainnya.
  10. Sering menggunakan kartu kredit untuk menarik uang tunai.
Bila lebih dari 4 pernyataan diatas sesuai dengan perilaku anda saat ini, Anda sudah berada dalam masalah keuangan. Maka yang seharusnya anda lakukan adalah:
  • Tekan pengeluaran hingga menghasilkan surplus untuk dapat anda sisihkan.
  • Buat daftar prioritas pelunasan utang dibulan berikutnya dari surplus yang didapat.
  • Bila masih belum mencukupi, tingkatkan penghasilan Anda dengan bekerja lebih keras dan cerdas.
Semoga bermanfaat,
Team Rajadana Tunai
“Selamat pagi Pak Fulan, Saya ucapkan selamat ternyata nama Bapak masuk dalam daftar prioritas perusahaan Kami untuk mendapatkan Fasilitas pembiayaan / dana tunai dengan proses 2 hari cair.” Tawaran yang menarik bukan? Saya yakin Kita sering mendapatkan tawaran seperti ini. Tahukah anda bahwa dibalik pernyataan yang menggiurkan itu ada  makna yang disebut “UTANG”?
RAJADANA TUNAI
Utang berarti mengurangi daya beli kita dimasa yang akan datang. Kalau pengurangan daya beli tersebut bertambah, alhasil kita akan berkurang daya beli di kemudian hari. Hal tersebut sering disebut terjerat utang. Kita mendapatkan penghasilan hanya untuk menutupi utang-utang kita. Lantas bagaimana nasib beban finansial lainnya? Seperti kebutuhan pokok, uang sekolah anak, transport, listrik, telpon dan lain-lain?, mencari utang baru?, makin terpuruk dong.
Di sisi lain utang juga sebagai penolong, sering kita dihadapkan pada situasi, butuh dana tunai/dana segar segera sedangkan penghasilan kita saat itu tidak mencukupi. Tentu salah satu solusinya adalah berutang. Lantas bagaimana kita mengelolanya agar kita terhindar dari cengkraman utang. Dua pertanyaan berikut akan mengarahkan anda agar terhindar dari cengkraman utang. Apakah penghasilan saya mampu membayar pinjaman / kredit sesuai yang diperjanjikan dimasa yang akan datang?
Jebakan utang bermula pada saat kita tidak waspada akan kemampuan kita sendiri. Karena kemudahan akan meminjam atau mengambil kredit, membuat kita lupa akan kewajiban kita dikemudian hari untuk membayar cicilannya. Besar pasak daripada tiang merupakan ancaman serius kalau kita kurang waspada. Selalu sempatkan mengevaluasi dahulu kemampuan kita sebelum memutuskan untuk mengambil pinjaman atau kredit. Saya sarankan seluruh jumlah cicilan yang harus dibayar di bulan-bulan berikutnya tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan bulanan ( DBR ).
Apakah pinjaman / kredit didasarkan pada kebutuhan saya atau hanya keinginan saya? Sangat tipis memang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kita harus bisa mendefinisikan, untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya. Jadi kata kuncinya adalah pada fungsi. Sebagai contoh hutang untuk pengembangan usaha.
Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua. Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.
Nah, serupa halnya dalam mengambil keputusan pengambilan pinjaman atau kredit. Karena kita akan mengorbankan daya beli kita dimasa yang akan datang, sebaiknya tekankan pinjaman atau kredit pada fungsi utamanya, sesuai kebutuhan kita. Bersabar dahulu atas keinginan kita untuk mendapatkan fungsi tambahannya.
Sebagai contoh, memiliki rumah sendiri adalah kebutuhan setiap orang. Selain manfaat untuk bernaung dan berlindung, memiliki rumah sendiri juga memberikan keuntungan pertambahan nilainya. Harga tanah biasanya tidak pernah menurun. Satu diantara cara untuk memiliki tempat tinggal adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah memelalui Bank. Tinjau dulu kemampuan penghasilan kita untuk membayar cicilannya dan jangan lupa mempelajari persyaratan yang dikenakan oleh Bank tersebut. Sebagai nasabah kita memiliki kekuatan untuk tawar menawar dalam hal kondisi utang piutang, cara pembayaran dan penentuan suku bunga kreditnya. Dan jangan lupa untuk menekan keinginan yang berlebihan. Kalau masih tinggal sendiri, kita tidak membutuhkan 5 kamar tidur, bukan?
Kita tidak perlu takut untuk berutang selama kita waspada pada kemampuan dan kebutuhan atas manfaat dari utang tersebut. Akan menjadi mencelakakan bila kita lengah. Nah bagaimana halnya apabila anda terlanjur memiliki utang, dan ingin mengetahui apakah anda sudah masuk pada cengkraman utang atau belum?
Cocokkan perilaku anda terhadap kredit atau pinjaman dengan pernyataan-pernyataan berikut :
  1. Selalu atau sering terlambat membayar tagihan anda.
  2. Selalu atau sering kali melakukan pembayaran kartu kredit pada batas minimum.
  3. Menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang mewah
  4. Mencari pinjaman baru untuk menutupi utang lama.
  5. Menarik nilai tunai dari polis asuransi anda
  6. Tidak memiliki saldo yang berarti dalam tabungan anda
  7. Meminjam uang dari teman anda
  8. Anda sangat berharap dan mengandalkan kenaikan gaji atau bonus dan lembur untuk membiayai kebutuhan bulanan anda
  9. Mengambil kredit untuk kendaraan dan peralatan rumah tangga pada Bank atau Institusi Finansial lainnya.
  10. Sering menggunakan kartu kredit untuk menarik uang tunai.
Bila lebih dari 4 pernyataan diatas sesuai dengan perilaku anda saat ini, Anda sudah berada dalam masalah keuangan. Maka yang seharusnya anda lakukan adalah:
  • Tekan pengeluaran hingga menghasilkan surplus untuk dapat anda sisihkan.
  • Buat daftar prioritas pelunasan utang dibulan berikutnya dari surplus yang didapat.
  • Bila masih belum mencukupi, tingkatkan penghasilan Anda dengan bekerja lebih keras dan cerdas.
Semoga bermanfaat,
Team Rajadana Tunai

Oper kredit (bawah tangan) atau take over jika kita butuh dana tunai mendesak?



Dengan alasan butuh dana tunai  atau kesulitan bayar cicilan, sebagian orang banyak yang jual mobil meski masih berstatus kredit. Golongan ini berharap ada orang lain yang bersedia meneruskan sisa kredit mobil atau bahasa umumnya over kredit (Bawah tangan,-tidak resmi). Dalam tawar-menawar, kadang si pemilik mobil hanya berharap uang mukanya kembali. Sedangkan cicilan yang sudah dibayarkan dianggap sebagai ‘uang sewa’ mobil dan dianggap ‘hilang’. Bagi Anda yang yang BU ( Butuh uang), benarkah lebih untung over kredit?
Diawali dari sisi pembeli. Benarkah over kredit lebih menguntungkan?
Jawabnya bisa iya.
Pertama, bisa mendapatkan mobil yang usianya masih relatif muda. Bahkan mobil masih dalam jaminan pabrikan. Kedua, modal untuk beli enggak begitu besar karena tinggal mengganti uang muka plus meneruska sisa cicilan sampai lunas. Nilai plus beli mobil over kredit adalah tidak dikenakan biaya mahal karena cukup meneruskan sisa tenor kredit. Meski begitu, tetap harus melapor ke leasing untuk mengubah kepemilikan mobil sekaligus transfer tanggung jawab cicilan. Dengan begitu, saat lunas dan mengambil BPKB hanya bisa dilakukan oleh orang yang namanya tercatat sebagai debitur.
Keuntungan berikutnya, over kredit tak butuh waktu lama tanpa harus melalui serangkaian survei dari perusahaan leasing. Jadi lebih mudah Lantas apakah ada kerugiannya? Tetap ada sisi minusnya di mana pembeli tak bakalan dapat bunga ringan. Calon pembeli harus ikut aturan kredit yang sudah diteken pemilik lama. Minus tambahannya, beli secara over kredit tetap dinilai lebih mahal daripada beli cash.
Kemudian dari sisi penjual, apakah lebih untung jual saat masih kredit atau take over Leasing?
Start dari keuntungannya dulu ya. Biasanya keputusan melepas mobil yang masih dalam masa kredit disebabkan lagi kesulitan uang. Nah, begitu mobil laku terjual maka tak ada lagi kewajiban membayar cicilan bulanan lagi. Bahkan bisa jadi dapat untung dari selisih nilai uang yang sudah dikeluarkan dengan harga jual mobil.
Benefit kedua bisa jadi dapat untung dari selisih nilai uang yang sudah dikeluarkan dengan harga jual mobil. Misalnya saja menjualnya ke showroom di mana melakukan kredit mobil. Ada peluang di mana uang hasil penjualan mobil  bisa digunakan untuk melunasi cicilan tersisa. Kalau ada lebihan, sudah pasti itu jadi hak milik
Meski begitu tetap pertimbangkan juga kerugiannya. Paling terasa adalah harga mobil yang ditawarkan di bawah harga pasar karena status ‘BU alias butuh uang” tadi. Karena kepepet, kemungkinan nilai jual mobil lebih rendah dari pasaran. Minus lainnya adalah take over kredit itu butuh kejelian dalam pengurusannya. Ini tergantung kesepakatan dengan calon pembeli siapa yang mau mengurus administrasi ke perusahaan leasing.
Rata-rata calon pembeli maunya simple. Bayar dan minta diuruskan ganti nama pemilikan kendaraan. Kalau tak sepakat, bisa jadi transaksi batal. Yang perlu dicatat lagi, over kredit itu ada aturan mainnya. Perhatikan dengan seksama jangan sampai ini dianggap enteng. Jika tak ikut prosedurnya, bisa jadi bakal tertimpa masalah bila pembeli mobil mengalami kredit macet. Ini tentunya dialami oleh penjual mobil yang malas melapor ke perusahaan leasing. Karena nama masih terdaftar di kreditur maka tetap dianggap bertanggung jawab terhadap sisa cicilan meski mobil sudah di tangan orang lain. Bila ini kejadian, ruginya berkali-kali lipat. Paling terasa adalah masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia karena dianggap bermasalah dalam kredit dan APPI ( Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia). So, dalam urusan take over kredit maupun jual mobil sudah lunas sekali pun tetap ada plus minusnya. Apalagi mobil termasuk aset yang terus menyusut nilainya. Nilai mobil akan terus berkurang dari waktu ke waktu. Istilahnya kena depresiasi.
Lagi pula keputusan jual mobil baik dalam masa kredit atau pun sudah lunas untuk mendapatkan untung sebenarnya bisa disebut berspekulasi. Kalau di pasaran lagi bagus bisa untung, lah kalau kondisi pasar mobil bekas lagi jelek ya bisa jatuh. Lebih-lebih harga mobil bekas itu tak ada patokan pastinya.
Solusi lain adalah dengan memperpanjang hutang / take over kredit ( Pindah leasing sekarang ke leasing baru) dengan harapan mendapatkan uang sisa yang Kita butuhkan. Setidaknya, daripada kita jual (Over Kredit) kita hanya dibayar sejumlah DP awal saja, lebih baik kita take over. Tentunya dengan kemampuan yang sudah dipelajari terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat


Dengan alasan butuh dana tunai  atau kesulitan bayar cicilan, sebagian orang banyak yang jual mobil meski masih berstatus kredit. Golongan ini berharap ada orang lain yang bersedia meneruskan sisa kredit mobil atau bahasa umumnya over kredit (Bawah tangan,-tidak resmi). Dalam tawar-menawar, kadang si pemilik mobil hanya berharap uang mukanya kembali. Sedangkan cicilan yang sudah dibayarkan dianggap sebagai ‘uang sewa’ mobil dan dianggap ‘hilang’. Bagi Anda yang yang BU ( Butuh uang), benarkah lebih untung over kredit?
Diawali dari sisi pembeli. Benarkah over kredit lebih menguntungkan?
Jawabnya bisa iya.
Pertama, bisa mendapatkan mobil yang usianya masih relatif muda. Bahkan mobil masih dalam jaminan pabrikan. Kedua, modal untuk beli enggak begitu besar karena tinggal mengganti uang muka plus meneruska sisa cicilan sampai lunas. Nilai plus beli mobil over kredit adalah tidak dikenakan biaya mahal karena cukup meneruskan sisa tenor kredit. Meski begitu, tetap harus melapor ke leasing untuk mengubah kepemilikan mobil sekaligus transfer tanggung jawab cicilan. Dengan begitu, saat lunas dan mengambil BPKB hanya bisa dilakukan oleh orang yang namanya tercatat sebagai debitur.
Keuntungan berikutnya, over kredit tak butuh waktu lama tanpa harus melalui serangkaian survei dari perusahaan leasing. Jadi lebih mudah Lantas apakah ada kerugiannya? Tetap ada sisi minusnya di mana pembeli tak bakalan dapat bunga ringan. Calon pembeli harus ikut aturan kredit yang sudah diteken pemilik lama. Minus tambahannya, beli secara over kredit tetap dinilai lebih mahal daripada beli cash.
Kemudian dari sisi penjual, apakah lebih untung jual saat masih kredit atau take over Leasing?
Start dari keuntungannya dulu ya. Biasanya keputusan melepas mobil yang masih dalam masa kredit disebabkan lagi kesulitan uang. Nah, begitu mobil laku terjual maka tak ada lagi kewajiban membayar cicilan bulanan lagi. Bahkan bisa jadi dapat untung dari selisih nilai uang yang sudah dikeluarkan dengan harga jual mobil.
Benefit kedua bisa jadi dapat untung dari selisih nilai uang yang sudah dikeluarkan dengan harga jual mobil. Misalnya saja menjualnya ke showroom di mana melakukan kredit mobil. Ada peluang di mana uang hasil penjualan mobil  bisa digunakan untuk melunasi cicilan tersisa. Kalau ada lebihan, sudah pasti itu jadi hak milik
Meski begitu tetap pertimbangkan juga kerugiannya. Paling terasa adalah harga mobil yang ditawarkan di bawah harga pasar karena status ‘BU alias butuh uang” tadi. Karena kepepet, kemungkinan nilai jual mobil lebih rendah dari pasaran. Minus lainnya adalah take over kredit itu butuh kejelian dalam pengurusannya. Ini tergantung kesepakatan dengan calon pembeli siapa yang mau mengurus administrasi ke perusahaan leasing.
Rata-rata calon pembeli maunya simple. Bayar dan minta diuruskan ganti nama pemilikan kendaraan. Kalau tak sepakat, bisa jadi transaksi batal. Yang perlu dicatat lagi, over kredit itu ada aturan mainnya. Perhatikan dengan seksama jangan sampai ini dianggap enteng. Jika tak ikut prosedurnya, bisa jadi bakal tertimpa masalah bila pembeli mobil mengalami kredit macet. Ini tentunya dialami oleh penjual mobil yang malas melapor ke perusahaan leasing. Karena nama masih terdaftar di kreditur maka tetap dianggap bertanggung jawab terhadap sisa cicilan meski mobil sudah di tangan orang lain. Bila ini kejadian, ruginya berkali-kali lipat. Paling terasa adalah masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia karena dianggap bermasalah dalam kredit dan APPI ( Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia). So, dalam urusan take over kredit maupun jual mobil sudah lunas sekali pun tetap ada plus minusnya. Apalagi mobil termasuk aset yang terus menyusut nilainya. Nilai mobil akan terus berkurang dari waktu ke waktu. Istilahnya kena depresiasi.
Lagi pula keputusan jual mobil baik dalam masa kredit atau pun sudah lunas untuk mendapatkan untung sebenarnya bisa disebut berspekulasi. Kalau di pasaran lagi bagus bisa untung, lah kalau kondisi pasar mobil bekas lagi jelek ya bisa jatuh. Lebih-lebih harga mobil bekas itu tak ada patokan pastinya.
Solusi lain adalah dengan memperpanjang hutang / take over kredit ( Pindah leasing sekarang ke leasing baru) dengan harapan mendapatkan uang sisa yang Kita butuhkan. Setidaknya, daripada kita jual (Over Kredit) kita hanya dibayar sejumlah DP awal saja, lebih baik kita take over. Tentunya dengan kemampuan yang sudah dipelajari terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat
 
2012-2016 PUSAT GADAI BPKB NASIONAL | Blogger Templates | Powered by Blogger.com Supported By My Free Template
Template by: Tukang Toko Online